Waspada Longsor dan Banjir, Ini yang Dilakukan PT KAI Daop 9 Jember

Banyuwangi – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Banyuwangi dan sekitarnya beberapa hari. PT KAI Daops 9 pun mewaspadai lokasi titik banjir dan longsor, tepatnya di jalur yang dilalui di wilayah Jember dan Banyuwangi.

Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Lukman Arif mengatakan, di sepanjang jalur KA Jember-Banyuwangi, terdapat beberapa titik banjir, yang membahayakan jalur transportasi kereta. Antara lain, di Banyuwangi antara Stasiun Argopuro hingga Stasiun Banyuwangi Baru. Selain itu daerah Kabat yang dinilai menjadi titik terendah jalur KA, sehingga rawan banjir.

“Kita waspadai intensitas hujan yang tinggi di wilayah Banyuwangi. Ada beberapa jalur itu yang kita anggap rawan,” ujar Lukman Arif kepada detikcom, Sabtu (13/1/2018).

Antisipasi yang dilakukan PT KAI, kata Lukman Arif, yakni dengan normalisasi saluran air di sekitar jalur kereta api. Selain itu, Daop 9 Jember juga menugaskan petugas daerah rawan (PDR) yang stand by 24 jam di titik-titik tersebut.

“Apabila ada genangan air di jalur kereta api yg bisa membahayakan perjalanan kereta api PDR tersebut segera melaporkan ke Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (PusdalopKa) tentang keadaan di sana. Jika banjir ya harus laporan. Nanti ada tindakan sebelum pemberangkatan kereta,” tambahnya.

Tak hanya banjir, intensitas hujan yang tinggi juga mengancam jalur KA di sekitar perbukitan Kumitir. Tanah longsor di sekitar bukit Kumitir bisa terjadi kapanpun. Namun segala antisipasi juga sudah diterapkan oleh PT KAI Daop 9 Jember mengantisipasi hal tersebut.

“Kita selalu waspada dengan kondisi alam. Namun sampai saat ini perjalanan kereta api dari Banyuwangi lancar dan tidak ada kendala yang berarti,” pungkasnya.
(fat/fat)

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3813439/waspada-longsor-dan-banjir-ini-yang-dilakukan-pt-kai-daop-9-jember

Baca Juga