Tiga Bupati di Kawasan Danau Toba ‘Serbu’ Banyuwangi

Banyuwangi – Tiga kepala daerah di kawasan Danau Toba melakukan kunjungan ke Banyuwangi. Tiga kepala daerah tersebut adalah Bupati Samosir, Rapidin Simbolon; Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian; dan Bupati Humbang Hasundutan, Dormar Banjarmahor.

Ketiganya berkunjung ke Banyuwangi untuk mengetahui pengembangan pariwisata dan berbagai program inovatif lainnya di Banyuwangi selama tiga hari, terhitung sejak Selasa (13/3/2018) lalu.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, mengatakan, pihaknya mendatangi Banyuwangi untuk bertukar pengalaman terkait pengembangan pariwisata daerah. Kunjungan tersebut juga atas arahan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kami diberi arahan Pak Luhut untuk datang langsung melihat perkembangan Banyuwangi. Karena Pak Luhut melihat Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang berhasil mengembangkan daerahnya dari yang dulunya adalah daerah tidak dikenal. Untuk itu kami datang ke sini,” kata Rapidin saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas, Rabu (14/3/2018).


Para kepala daerah kawasan Danau Toba tersebut mendatangi berbagai tempat di Banyuwangi, mulai dari Lounge Pelayanan Publik, Mal Pelayanan Publik, Desa Smart Kampung Taman Sari, dan destinasi wisata Grand Watu Dodol serta Bangsring Underwater.

“Kami banyak belajar di Banyuwangi. Mulai turun dari Bandara kami sudah terkesima dengan bangunannya dengan konsep hijau. Setelah itu jalanan dari bandara ke kota masih banyak sawah membentang. Ini bikin segar mata,” ujar Rapidin.

“Begitu juga Desa Taman Sari, sistem pengelolaan desanya yang terintegrasi. Di Mal Pelayanan Pubik, banyak hal baru yang kami dapat dan bisa diterapkan di daerah kami masing-masing. Semua luar biasa di sini. Kita harus dapat ilmu dari Pak Azwar Anas ini. Jangan lupa, kita juga harus meniru keramahan dan kebersihan kota ini,” tambah Dormar.

Tiga Bupati di Kawasan Danau Toba 'Serbu' BanyuwangiFoto: Ardian Fanani

Sementara itu Bupati Toba Samosir, Darwin mengatakan kabupaten di kawasan Danau Toba mulai bergerak membenahi Danau Toba. Banyuwangi, kata dia, bisa dijadikan contoh bagaimana memajukan sebuah kawasan wisata.

“Kami sedang mulai membenahi fasilitas penunjang pariwisata. Mulai dari hotel, atraksi, hingga sarana penunjang pariwisata lainnya. Kami ingin mengembalikan kejayaan Danau Toba seperti dulu, dimana danau ini menjadi jujugan utama wisatawan di Indonesia. Kami datang untuk bisa sharing bareng dengan Pak Anas,” ungkap Darwin.

“Kami juga bawa dua dosen IT kemari. Ini juga untuk belajar pengembangan TIK di daerah,” imbuh Darwin.

Di depan ketiga bupati, Bupati Anas pun memaparkan berbagai hal yang dilakukan Banyuwangi untuk bisa menjadi seperti saat ini. Beberapa di antaranya adalah membuka akses jalur udara, penataan SDM, hingga mengajak rakyat untuk berpartisipasi.

“Kuncinya rakyat harus dilibatkan. Misalnya atraksi seni yang sudah hidup di masyarakat kita berikan panggung lebih luas. Selain itu, di kawasan wisata kita bentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis), merekalah yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan kebersihan tempat wisata,” terangnya.

Bagi Anas, kedatangan tiga kepala daerah ini juga akan dimanfaatkan Banyuwangi untuk belajar banyak hal. “Danau Toba ini sudah kesohor, kita juga perlu belajar. Beliau-beliau adalah bupati spesial karena menjadi pemangku kepentingan sebuah destinasi luar biasa kebanggaan Indonesia, yaitu Danau Toba,” pungkas Anas.


(lll/iwd)
Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3917108/tiga-bupati-di-kawasan-danau-toba-serbu-banyuwangi

Baca Juga