Skizofrenia: tak semua penderita gangguan jiwa berbahaya

Alice, 26 tahun, sudah menikah, ibu dari dua anak perempuan. Dia menderita skizorenia, dan dongkol karena dianggap berbahaya disebabkan oleh kondisinya.

“Salah satu stereotip terbesar tentang orang-orang seperti saya adalah bahwa kami berbahaya atau brutal, padahal kebanyakan dari kami justru sebenarnya manusia rapuh.”

Orang-orang seringkali terkejut saat mendengar tentang kehidupan Alice. Dia sering jengkel karenanya.

“Tidak bolehkah seseorang dengan kondisi skizofrenia tinggal di rumah, mengemudi, belajar, punya anak, memiliki kehidupan keluarga?”

Gejala skizofrenia mulai dideritanya saat ia merasa mendengar suara-suara -dan saat pertama kali terjadi, Alice mengira ia mendapatkan kekuatan super.

Tokoh-tokoh kemudian berseliweran di kepala Alice, dan semuanya memiliki nama dan kepribadian sendiri. Akhirnya ia menuangkannya ke dalam aplikasi yang diberi nama “I Hear Voices” -Saya mendengar suara-suara, yang terdiri dari 10 episode.

AliceBBC

“Saya menyangka waktu itu bahwa saya bisa membaca pikiran orang-orang dan saya memiliki kekuatan baru yang super, atau semacamnya.”

“Ini masalah jangka panjang yang serius, sejenis psikosis atau gangguan mental yang menyebabkan penderitanya terkadang tidak bisa membedakan yang nyata dengan yang tidak.”

“Saya sering dilanda ketakutan, saya diliputi kecemasan. Saya merasa seolah-olah sebagian besar orang ingin menyakiti saya atau berbuat buruk kepada saya.”

“Saya juga bisa menjadi liar dan meledak-ledak.”

Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2017/12/08/skizofrenia-tak-semua-penderita-gangguan-jiwa-berbahaya

Baca Juga