Setor Rp 200 Juta untuk Digandakan, Pria Ini Malah Dibunuh

Surabaya – Polisi mengamankan empat orang pelaku pembunuhan. Mereka bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Sahab (54), warga Sumenep. Kasus ini berawal dari penipuan bermodus penggandaan uang.

Para tersangka adalah Nurhayati (54), Ansori (44), Rudi H (37), ketiga pelaku asal Jember. Sedangkan satu tersangka lagi yakni Efendi (30), berasal dari Pamekasan.

“Tanggal 24 Januari 2018 kami mendapat laporan pembunuhan di Pamekasan. Setelah dua bulan melakukan penyelidikan, kami berhasil mengungkap kasus ini,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Bobby Tambunan kepada wartawan, Rabu (14/3/2018).

Bobby mengatakan kasus ini berawal dari perkenalan korban dengan Nurhayati (54). Nurhayati mengatakan bahwa ia bisa menggandakan uang. Korban pun tertarik dan meminta agar uangnya dilipatgandakan.

“Tersangka mengatakan bisa menggandakan uang. Korban tertarik dan menyerahkan uanganya sebanyak Rp 200 juta dan dijanjikan jadi Rp 2 miliar,” kata Bobby kepada wartawan, Rabu (14/3/2018).

Setelah beberapa waktu, kata Bobby, janji itu belum ditepati Nurhayati. Korban pun selalu menagih uangnya. Karena selalu ditagih, Nurhayati kesal dan jengkel. Dari situlah Nurhayati berpikir untuk menghabisi korban.

“Tersangka lalu mencari seorang eksekutor untuk menghabisi nyawa korban,” kata Bobby.

Nurhayati meminta tolong kepada Ansori (44) untuk menghabisi korban. Pada Selasa(23/2/2018) sekitar pukul 01.00 WIB, Ansori tiba di Pamekasan untuk bertemu dengan korban. Sesampainya di Pamekasan Ansori menginap dirumah Efendi (30). Oleh Ansori, Efendi diajak turut serta.

Mereka lalu melakukan survei mencari lokasi eksekusi terhadap korban. Pada Rabu(24/2/2018) Efendi bersama dengan Ansori sekitar pukul 09.00 WIB bertemu dengan korban di pemakaman umum Dusun Kalijen, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Efendi mengenalkan Ansori kepada korban sebagai guru spiritual.

“Saat itu, salah satu tersangka mengenalkan eksekutor sebagai guru spiritual hanya untuk memastikan tidak salah korban,” kata Bobby.

Saat korban lengah, Ansori langsung memukul korban dengan besi berbentuk L. “Korban dipukul dua kali di bagian kepala hingga tewas,” tandas Bobby.

Dari kejahatan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh empat pelaku, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu buah besi berbentuk L dengan panjang 25 cm, satu buah motor, dan satu buah handphone.

Sementara itu, tersangka Rudi turut diamankan meski tak terlibat langsung dengan pembunuhan. Pasal yang ditetapkan untuk Rudi adalah pasal penadahan atau 480 KUHP karena Rudi menadah handphone milik korban.
(iwd/iwd)

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3917042/setor-rp-200-juta-untuk-digandakan-pria-ini-malah-dibunuh

Baca Juga