Ritual Voodoo Digelar di Penjuru Benin

REPUBLIKA.CO.ID, KOTONOU — Ratusan masyarakat Benin menandai Hari Voodoo Nasional, merayakan agama yang pernah dilarang, pada Rabu. Mereka serangkaian upacara di seluruh negeri.

“Voodoo” adalah kepercayaan kuno yang dijalankan oleh lebih dari 65 persen penduduk Benin, yang berjumlah 7 juta. Voodoo juga dilakukan oleh jutaan orang di negara tetangganya, Nigeria, Togo dan Ghana.

Di ibu kota Benin, Cotonou, juru foto Charles Placide Tossou menandai hari itu dengan pameran karya terbarunya. Tossou menampilkan foto pengikut “voodoo” yang ikut dalam upacara dengan menari, bermain drum dan menyembelih hewan sebagai pengorbanan kepada para dewa.

“Ketika kita berbicara tentang ‘voodoo’, semua orang melihat sisi buruk budaya setempat itu, tapi saya menolaknya. Ada sesuatu yang lebih artistik tentang hal itu, yang kebanyakan orang tidak melihatnya, karena tidak semua orang berperan serta dan mendapat kesempatan untuk melihatnya dari dekat,” katanya.

“Voodoo” diperkirakan berusia lebih dari 500 tahun dan berpusat pada pemujaan kepada berbagai dewa dan roh. Sekarang, “voodoo” menjadi agama resmi Benin terlepas dari kritik dan stigma, yang menyertainya.

“Voodoo” dilarang oleh Mathieu Kerekou setelah berkuasa pada 1972 melalui kudeta militer. Namun penerusnya, Nicephore Soglo, mencabut larangan tersebut pada awal 1990-an.

“voodoo” diyakini sebagai kepercayaan akan pengorbanan dan obat tradisional sebagai cara untuk menyembuhkan penyakit dan membantu pemujanya mendekati dunia roh dan dunia setelah kematian.

Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/18/01/12/p2gc5j257-ritual-voodoo-digelar-di-penjuru-benin

Baca Juga