Pengemis Ini Kaya, Bawa Rp 15 Juta saat Kena Razia

Jember – Seorang pengemis asal Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember, terjaring razia yang dilakukan satpol PP Kabupaten Pasuruan. Saat diperiksa, dalam tas plastik yang dibawa pengemis bernama Imam Asrofi (38) ini terdapat uang tunai yang jumlahnya mencapai Rp 15 juta lebih.

Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Wahyu Widodo mengungkapkan, Imam terjaring razia petugas di kawasan Kecamatan Nguling, Pasuruan, Senin (14/5) kemarin. Imam terjaring razia bersama 8 gelandangan dan pengemis lainnya.

“Awalnya satpol PP melakukan patroli, keliling di kabupaten Pasuruan wilayah Timur. Begitu ketemu bapak ini (Imam Asrofi), langsung diangkut. Kebetulan uangnya ketinggalan. Dia langsung bilang ke petugas,” kata Wahyu usai menyerahkan Imam ke Dinsos Jember, Kamis (17/5/2018).

Selanjutnya, sambung Wahyu, Imam mengambil tas plastik yang sempat tertinggal di lokasi dia kena razia. Selain tas plastik, juga terdapat baju kumuh yang lama tidak dicuci.

Imam selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial kabupaten Pasuruan untuk diidentifikasi. Dari sinilah kemudian diketahui bahwa dalam tas plastik Imam terdapat uang sebanyak lebih dari Rp. 15 juta.


Imam Asrofi, pengemis yang bawa uang RP 15 jutaImam Asrofi, pengemis yang bawa uang RP 15 juta (Foto: Yakub Mulyono)

“Tepatnya Rp. 15.904.050,” kata Wahyu.

Uang tersebut merupakan hasil Imam mengemis. Uang itu tertata rapi dalam bungkusan plastik yang selalu dibawa Imam.

“Rapi ditali, terus dibawa dalam kresek. Pecahan ratusan. Hasil recehan yang kemudian ditukar,” kata Wahyu.

Sementara kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti mengatakan, pihaknya akan segera menyerahkan Imam ke keluarga di Kasiyan. Petugas juga telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat.

“Kami sudah koordinasi dengan kepala desanya, dan pak kepala desa juga sudah mencari keluarganya,” kata perempuan yang karib disapa Santi ini.

Menurut Santi, hari ini Imam akan diserahkan ke keluarganya. “Kami antarkan ke keluarganya dan akan kami pantau terus dia, kami assesment,” kata Santi.

Mengenai adanya dugaan bahwa Imam mengalami gangguan jiwa, Santi menegaskan hal itu harus dilakukan cek medis dulu.

“Saya bukan dokter jiwa. Sebenarnya kami ingin dia menginap dulu di sini agar besok bisa kami bawa ke dokter. Tapi karena dia ngotot ingin pulang ya gak apa-apa, daripada di sini tambah stres. Mungkin besok dijemput teman-teman untuk dibawa ke dokter,” terang Santi.
(iwd/iwd)

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4025917/pengemis-ini-kaya-bawa-rp-15-juta-saat-kena-razia

Baca Juga