Pengaruh Mandi Air Dingin atau Panas untuk Kesehatan

TEMPO.CO, Jakarta – Mandi merupakan bagian penting dari kehidupan agar kesehatan tubuh selalu terjaga. Namun, ternyata kesehatan tubuh bergantung pada suhu dan waktu yang Anda habiskan selama mandi.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mandi

Suhu air hangat atau air dingin yang digunakan untuk mandi ternyata menawarkan manfaat berbeda. Untuk yang terbiasa mandi air hangat atau air dingin, simak dulu bagaimana suhu air itu mempengaruhi kesehatan.

Mengutip laman Popsugar, mandi air hangat dapat meredakan ketegangan dan menenangkan otot-otot kaku. Jika Anda memiki shower dengan pancuran yang cukup kuat, biarkan air hangat itu bekerja seperti memijat di bagian bahu, leher, dan punggung.

Penelitian menunjukkan bahwa mandi air hangat dapat meningkatkan kadar oksitosin dan mengurangi kecemasan.  Tak salah jika air hangat menjadi pilihan tepat untuk mandi sepulang dari kerja.

Selain itu, mandi air hangat juga berfungsi sebagai dekongestan alami untuk meredakan gejala pilek, karena uap panasnya dapat melegakan saluran pernafasan. Sementara, mandi menggunakan air dingin umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Mandi air dingin membuat tubuh Anda terkejut dan membantu Anda tetap terjaga. Perubahan suhu instan ini dapat mengurangi kelelahan tubuh dan meningkatkan kewaspadaan mental Anda.

Sedangkan mandi air dingin selama 2-3 menit sekali atau 2 kali sehari juga direkomendasikan oleh para peneliti sebagai pengobatan untuk depresi. Di sisi lain, air dingin juga untuk rambut dan kulit.  Jika mandi air hangat bisa mengeringkan kulit, mandi air dingin sebaliknya melembabkan kulit dan mencegah ujung rambut bercabang.

Keduanya memiliki manfaat sama-sama baik, silakan tentukan sendiri mana yang lebih bermanfaat untuk tubuh Anda.

AURA

Sumber : https://cantik.tempo.co/read/1132562/pengaruh-mandi-air-dingin-atau-panas-untuk-kesehatan

Baca Juga