OTT Bupati Subang, KPK Dalami Pemakaian Uang Suap untuk Kampanye

TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan penyidik akan mendalami dugaan penggunaan uang suap Bupati Subang Imas Aryumningsih untuk biaya kampanye.

“Masih terlalu dini untuk disampaikan, tapi kami juga akan mendalami hal tersebut,” ujar Febri di Kantor KPK, Jakarta pada Rabu, 14 Februari 2018.

Baca: Imas Aryumningsih, Bupati Subang Ketiga yang Beperkara Korupsi

Imas yang terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK di Subang, Selasa malam, 13 Februari 2018, saat ini berstatus sebagai calon petahana Bupati Subang dalam Pemilihan Kepala Daerah 2018. Ia berdampingan dengan pensiunan TNI Angkatan Udara, Kolonel (Purn) Sutarno. Keduanya didukung oleh Partai Keadilan Bangsa serta Partai Golkar.

Berdasarkan pengalaman OTT oleh KPK terhadap kepala daerah, kata Febri, uang suap atau gratifikasi tersebut seringkali digunakan sebagai dana kampanye. Pada Ahad, 11 Februari 2018, Bupati Ngada Marianus Sae juga terkena OTT KPK. Marianus diduga menerima suap atas sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membiayai kampanye dalam pemilihan gubernur NTT 2018.

Baca: 8 Orang Ditangkap KPK dalam OTT di Subang

Uang suap yang diterima Marianus diduga digunakan sebagai dana kampanye. Marianus Sae maju dalam pilgub NTT bersama Emilia Nomleni diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Selain Marinus, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko terjerat kasus yang sama. Nyono diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyanti sebesar Rp 275 juta.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengungkapkan bahwa sebagian uang suap tersebut digunakan Nyono sebagai dana kampanye dalam Pilkada 2018. “Diduga sekitar Rp 50 juta telah digunakan NSW (Nyono) untuk membayar iklan terkait rencananya maju dalam Pilkada Kabupaten Jombang 2018,” kata dia.

Bupati Subang Imas Aryumningsih ditangkap KPK bersama tujuh orang lainnya yang terdiri dari pihak swasta, perantara, serta pejabat dan pegawai setempat. Tim dari KPK juga turut menyita uang ratusan juta rupiah sebagai bukti awal. Febri mengatakan penangkapan tersebut terkait dengan suap izin penggunaan lahan oleh perusahaan kepada Imas.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1060707/ott-bupati-subang-kpk-dalami-pemakaian-uang-suap-untuk-kampanye

Baca Juga