Optimalisasi Fintech Bisa Bantu Genjot Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen

VIVA – Bank Indonesia menyatakan sistem keuangan berbasis teknologi atau financial technology (Fintech) bisa membantu ekonomi RI tumbuh hingga 6 persen. Optimalisasi pembiayaan melalui sistem digital ini diyakini akan bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan, pertumbuhan pembiayaan atau kredit saat ini secara umum hanya tumbuh sebesar 13 persen. Sedangkan untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen butuh setidaknya pertumbuhan kredit 16 persen.

“Lihat kondisi sekarang ini, kredit hanya bisa tumbuh 13 persen,” kata Onny di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Ia melanjutkan, jika kredit digital tersebut bisa didorong dengan baik, maka diperkirakan akan berkontribusi kepada pertumbuhan kredit sekitar 2,5 persen. Sehingga diharapkan bisa menutup gap target pertumbuhan kredit yang diharapkan mencapai sebesar 16 persen.

“Nah, untuk menutup kekurangannya adalah dengan lending (pembiayaan) digital,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya pada tahun ini akan menggenjot pertumbuhan pembiayaan melalui fintech. Sehingga diharapkan dapat menyumbang pertumbuhan kredit ke arah yang lebih baik.

“Kalau digital bisa dilihat di berbagai tempat, dengan itu pertumbuhan ekonomi tumbuh. Kredit tumbuh dua digit dan ekonomi stabil,” katanya.

Dalam perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank yang akan digelar di Bali pada Oktober mendatang, pembahasan fintech akan menjadi isu utama dengan tema ekonomi digital. Pertumbuhan fintech di Tanah Air diharapkan bisa tumbuh secara optimal dan tak dipungkiri perlu adanya dukungan dari negara-negara peserta pertemuan tahunan IMF-World tersebut. (ase)

Sumber : https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1074597-optimalisasi-fintech-bisa-bantu-genjot-ekonomi-ri-tumbuh-6-persen

Baca Juga