One Pride Fight Night 18, Antiklimaks Tapi Cerdas

VIVA – Lima pertarungan tersaji di One Pride Mixed Martial Arts Fight Night 18, Sabtu 7 April 2018. Empat laga pembuka berlangsung begitu sengit dan penuh drama.

Aksi baku hantam dan jual beli serangan terjadi secara intens di empat laga sebelum duel perebutan gelar kelas bantam. Tapi, pemandangan serupa tak terlihat dalam laga perebutan gelar kelas bantam antara Fajar kontra Sony.

Jalannya pertandingan datar di ronde pertama hingga kedua. Baru, di pertengahan ronde ketiga, tensi laga meninggi.

Hanya saja, pertandingan secara keseluruhan lebih sering diwarnai pertarungan bawah dan aksi saling peluk.

Dalam kondisi ini, Fajar lebih unggul karena memang memiliki kualitas teknik submission di atas rata-rata. Akhirnya, Fajar meraih gelar juara lewat perhitungan poin.

“Sepakat, memang di awal, sempat rendah tensinya. Tapi, tinggi di akhir. Mungkin, bagi orang lain, ini pertarungan yang tak greget. Namun, di balik itu semua ada perang teknik yang tersaji. Itu sangat sulit,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia, Anindra Ardiansyah Bakrie.

Apa yang terjadi dalam duel Fajar versus Sony tentu mengingatkan kita pada pertarungan antara Suwardi melawan Rudy Agustian, akhir 2017 lalu. Sering terjadi aksi peluk-pelukan pula, saat Suwardi dan Rudy bertarung.

“Kalau yang sekarang, hasilnya berbeda. Sama-sama poin, tapi Fajar mutlak. Sedangkan, Suwardi kalah dari Rudy dalam perolehan poin tipis dan menjadi kontroversi. Saya rasa, laga Fajar versus Sony tak perlu diulang. Fajar harus bertemu dengan lawan lain,” jelas Ardi.

Sumber : https://www.viva.co.id/sport/onepride/1024263-one-pride-fight-night-18-antiklimaks-tapi-cerdas

Baca Juga