Memahami Waktu Makan Besar yang Tepat seusai Berbuka Puasa

TEMPO.CO, Jakarta – Pola makan terbaik selepas waktu berbuka puasa sering menjadi perdebatan, apakah boleh langsung makan besar atau cukup dengan yang ringan dulu. Nadira Diva, influencer di bidang gaya hidup sehat, mengutarakan pandangannya.

Menurut Nadira, sebaik-baiknya pola makan harian, saat berpuasa di bulan Ramadan, tetap harus tiga kali sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Hanya saja dengan waktu yang digeser.

“Kalau saya, menganggap buka puasa itu adalah waktunya sarapan. Maka harus diisi dengan makanan bernutrisi,” ungkap Nadira. “Saya sendiri biasanya tiga butir telur.”

Barulah setelah cukup asupan nutrisi, kita bisa melakukan salat tarawih. Nadira Diva menganggap ini aktivitas yang akan membuat seseorang cukup kehabisan energi.

Artikel lain:
Dokter Ungkap Alasan Kebaikan Puasa buat Kesehatan
Kata Dokter, Puasa Justru Bisa Mengatasi Sakit Maag
3 Tips agar Wajah Tetap Segar Saat Puasa Ramadan

“Maka setelah tarawih, kita anggap makan siang atau makan besar. Pada waktu makan ini, asupan harus lengkap, jangan cuma protein saja,” ujar Nadira, yang juga dikenal dengan nama Petite Diva.

Barulah setelah makan lengkap (termasuk karbohidrat, sayur, buah, dan produk susu) tidur dan lalu bangun untuk makan sahur secukupnya, selayaknya makan malam pada waktu di luar bulan Ramadhan.

“Yang penting, kita tetap makan tiga kali sehari,” sambungnya.

Jika tidak, bukan hal aneh jika saat Ramadan kebanyakan orang malah jadi bertambah gemuk, tapi dalam waktu bersamaan kekurangan nutrisi yang ditandai dengan menghilangnya massa otot. Biasanya, ini dialami mereka yang saat berbuka puasa malah kenyang dengan gorengan dan atau makan cuma satu kali sehari.

“Kebanyakan orang malah pas puasa itu makan cuma sekali, merasanya sudah cukup (nutrisinya). Padahal enggak,” papar Nadira.

AURA

Sumber : https://cantik.tempo.co/read/1089529/memahami-waktu-makan-besar-yang-tepat-seusai-berbuka-puasa

Baca Juga