Mantan Koruptor Boleh Nyaleg, KPK Minta Masyarakat Tidak Salah Pilih Wakil Rakyat

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Terkiat putusan Makamah Agung (MA) bahwa mantan narapidana kasus korupsi diperbolehkan untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif, membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut memberi peringatan bagi masyarakat agar tidak salah memilih calon wakil rakyat.

Data KPK, sudah ada 220 anggota dewan yang diproses KPK karena korupsi.

“Lebih dari 145 orang anggota DPRD di seluruh Indonesia yang tersebar di 13 provinsi yang diproses dalam kasus korupsi. Totalnya kalau ditambah antara DPRD dan DPR lebih dari 220 orang yang sudah diproses,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Baca: Mantan Koruptor Boleh Nyaleg, Bawaslu Minta KPU Segera Laksanakan Putusan MA

Baca: Mantan Koruptor Boleh Nyaleg, KPU Tunggu Putusan Resmi Makamah Agung

Baca: Makamah Agung Bolehkan Mantan Koruptor Nyaleg, Ini Pertimbangannya

Ia mencontohkan kasus dugaan suap yang melibatkan 41 anggota DPRD Malang. Febri mengingatkan agar masyarakat mengecek latar belakang para caleg di Pemilu 2019.

“Kami berharap, dalam konteks pencegahan, dan perwujudan politik yang bersih ke depan, dalam pemilu legislatif, ke depan aspek latar belakang dari caleg itu diperhatikan dan akan lebih baik jika orang-orang yang pernah terlibat kasus korupsi kemudian tidak disaring sejak awal dalam mekanisme proses pencalonan,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini KPK tengah menangani dua kasus korupsi massal, yaitu kasus dugaan suap DPRD Malang melibatkan 22 orang tersangka di tingkat penyidikan. Jumlah itu merupakan bagian dari total 41 anggota DPRD Malang yang telah menjadi tersangka.

Kedua, ada kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho kepada 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014. Jumlah itu merupakan bagian dari total 50 anggota DPRD Sumut periode tersebut yang telah diproses KPK.(*)

Sumber : http://batam.tribunnews.com/2018/09/14/mantan-koruptor-boleh-nyaleg-kpk-minta-masyarakat-tidak-salah-pilih-wakil-rakyat

Baca Juga