KPU Trenggalek Keluhkan Alat Peraga Kampanye Belum Siap

KPU Trenggalek Keluhkan Alat Peraga Kampanye Belum SiapFoto: Zaenal Effendi
Trenggalek – KPU Trenggalek memastikan penyediaan alat peraga kampanye (APK) untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim, akan molor dan tidak bisa dipasang mulai dari awal masa kampanye.

Komisioner KPU Trenggalek, Nurani Soyomukti mengatakan, pihaknya hanya bisa menunggu pendelegasian dari KPU Provinsi Jatim, untuk melakukan pengadaan dan proses pemasangan alat peraga kampanye di seluruh desa dan kecamatan.

“Karena kami hanya melaksanakan perintah dari KPU Provinsi maka sekarang kami sifatnya menunggu, jadi termasuk alat peraga kampanye belum siap. Karena paslon baru ditetapkan dua hari lalu, kemarin penundian nomor urut dan besok mulai kampanye,” kata Nurani, kepada detikcom di Alun-Alun Trenggalek.

Sambil menunggu proses pengadaan APK, KPU Trenggalek saat ini mulai memetakan lokasi yang akan digunakan untuk pemasangan alat peraga kampanye oleh kedua paslon, yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan.

Proses pemetaan lokasi tersebut melibatkan langsung Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan kecamatan (PPK). Hal itu dilakukan agar lokasi yang akan dipasang APK sesuai dengan ketentuan dan tidak berada pada tempat-tempat yang dilarang. Beberapa tempat yang dilarang adalah sekolah, tempat ibadah serta kantor pemerintah.

“Kami melibatkan PPK dan PPS, karena jumlah pemasangannya kali ini cukup banyak ya dibanding pilkada yang dulu, ini terlihat dari desain anggarannya cukup banyak. Satu desa itu ada beberapa APK,” imbuh Nurani.

Dia menambahkan, APK merupakan salah satu bagian yang difasilitasi pemerintah melalui KPU. Namun yang membedakan dari pilkada sebelumnya, saat ini tim kampanye diperbolehkan melakukan penggandaan hingga 150 persen.

“APK itu seperti baliho, spanduk itu tim kampanye bisa menambah 150 persen dari yang sediakan KPU, sedangkan bahan kampanye, seperti mug, pamflet, penutup kepala dan lainnya bisa menambah 100 persen dengan harga maksimal Rp25 ribu,” jelasnya.

Sementara Ketua Panwaslu Trenggalek, Agus Trianta, mengaku telah mengirim surat kepada masing-masing tim paslon untuk menurunkan APK yang terpasang sebelum masa kampanye.

“Setelah penetapan pasangan calon oleh KPU harus diturunkan, apabila tidak hari ini akan dilakukan penertiban oleh Panwas dengan instansi terkait. Kalau besok baru boleh dipasang, karena sudah waktunya kampanye,” ujarnya.
(fat/fat)

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3867286/kpu-trenggalek-keluhkan-alat-peraga-kampanye-belum-siap

Baca Juga