Ketua Fraksi PAN Nilai Pernyataan Irwan Djohan Terkait APBA Terlalu Baper – Serambi Indonesia


Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Fraksi PAN di DPRA, Asrizal H Asnawi menilai pernyataan Wakil Ketua DPRA, Irwan Djohan terkait molornya pembahasan APBA 2018 dengan total Rp 14,7 triliun terlalu bawa perasaan (baper).

Sebelumnya, Irwan Djohan mengungkapkan bahwa keterlambatan pengesahan APBA 2018 dikarenakan tidak fokusnya anggota DPRA membahasnya. Anggota dewan hanya memperhatikan dana aspirasi sebesar Rp 1,7 triliun.

“Sebagai anggota DPRA, saya kira Irwan Djohan terlalu baper terhadap APBA 2018 dan terbawa terus keperasaan pribadinya,” kata Asrizal kepada Serambinews.com, Sabtu (13/1/2018).

Asrizal mengatakan, sebagai pimpinan DPRA seharusnya Irwan Djohan mendorong agar pembahasan RAPBA 2018 diproses cepat, bukan malah mengeluarkan pernyataan menimbulkan polemik baru yang membuat gaduh publik.

“Beliau menyebut 81 anggota DPRA atau seluruhnya hanya fokus pada aspirasi 1.7 triliun. Saya pastikan itu keliru, karena sebagai ketua Fraksi PAN, saya terus memantau kerja-kerja anggota fraksi saya, dan saya yakin begitu juga dengan fraksi lain di DPRA,” ujarnya.

Komisi V DPRA misalnya, sebut dia, yang diketuai Muhammad Al Fatah, anggota Fraksi PAN. Menurut Asrizal, mereka tetap membahas RAPBA 2018 sebagaimana mestinya. “Begitu halnya saya yang juga wakil pimpinan Komisi IV DPRA, kami juga membahasnya,” ucap dia.

Yang menjadi masalah selama ini, Asrizal menjelaskan bahwa ketika anggota DPRA ingin membahas RAPBA 2018 sesuai visi misi Gubernur Aceh yang baru terpilih di sini terjadi mentoknya.

“Ibarat pemerintah mau buat kue timphan, yang kami tunggu itu mana tepungnya? Sebab dalam dokumen yang kami bahas itu yang tersedia hanya padi, kalau mau diproses menjadi tepung kan butuh banyak tahapan serta masih banyak sekali butuh waktu,” katanya bertamsil.

Selain itu, Asrizal juga menyebutkan persoalan lain hingga belum ditemukan kesepakatan antara DPRA dengan TAPA untuk mengsahkan APBA 2018 yaitu karena dicoretnya dana usulan beasiswa dan beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi yang diusulkan oleh dewan.

“Padahal pekerjaan jalan tersebut program lanjutan, sementara sebelumnya  jalan dimaksud juga telah dibangun dengan dana dari provinsi, serta masjid dan mushala masyarakat yang lahir dari hasil reses DPRA yang Irwan Djohan juga tahu sebabnya kenapa,” kata politisi PAN ini.

Meski demikian, Asrizal atas nama anggota DPRA meminta maaf kepada masyarakat Aceh karena molornya pembahasan dan pengesahan APBA 2018.

“Saya berjanji akan terus mendorong pimpinan DPRA untuk mengedepankan kepetingan rakyat dengan mempercepat pembahasan RAPBA 2018,” pungkasnya. (*)


Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2018/01/13/ketua-fraksi-pan-nilai-pernyataan-irwan-djohan-terkait-apba-terlalu-baper

Baca Juga