Kematian Wartawan Investigasi Rusia Mengundang Kecurigaan

TEMPO.CO, Jakarta – Seorang wartawan investigasi Rusia, Maksim Borodin, 32 tahun, meninggal dunia setelah terjatuh dari balkon lantai lima apartemennya di Yekaterinburg, Rusia. Kematian Borodin telah mengundang kecurigaan. 

Borodin terjatuh dari balkon apartemennya pada Kamis, 12 April 2018 dan sempat di rawat di rumah sakit dalam keadaan koma. Namun pada Minggu pagi, 15 April 2018, nyawanya tidak tertolong.

Baca:UNESCO: Setiap 4,5 Hari, 1 Wartawan Tewas Dibunuh  

Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

Borodin bekerja untuk sebuah kantor berita lokal bernama New Day. Tim investigasi yang datang ke tempat kejadian menemukan apartemennya dalam keadaan terkunci dari dalam. Dengan begitu, tidak ada ‘orang’ atau orang asing yang meninggalkan apartemen saat kejadian. Komite investigasi Rusia pun meyakinkan kematian Borodin tidak dianggap sebagai sebuah kecurigaan, walau kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Baca: 66 Wartawan Tewas Tahun Ini 

Kendati demikian, kematian Borodin tetap saja mengundang kecurigaan mengingat beberapa wartawan atau aktivis oposisi di wilayah itu mendapatkan serangan atau bahkan dibunuh karena pekerjaan mereka. Keraguan itu diperkuat dengan sebuah panggilan telepon yang dilakukan oleh Borodin sehari sebelum dia tewas terjatuh atau pada Rabu, 11 April 2018.   

Ketika itu, Borodin menelepon temannya, Vyacheslav Bashkov dan mengatakan ada seorang laki-laki memegang senjata di balkon apartemennya dan beberapa laki-laki lainnya menggunakan penutup wajah mengintainya lewat tangga yang mengarah ke apartemennya. Bashkov mengatakan Borodin menduga saat itu laki-laki bersenjata tersebut kemungkinan sedang melakukan sebuah latihan.    

Namun selain melakukan kontak dengan Bashkov, Borodin juga menelepon temannya yang lain, Yulia Fedotova dan menceritakan soal laki-laki bersenjata di sekitar apartemennya. Dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari situs nytimes.com pada Selasa, 17 April 2018, Fedotova berkeras bahwa tanda-tanda ini menunjukkan kematian Borodin tidak wajar. 

“Mari kita nyalakan logika kita. Mengapa seseorang menerobos apartemennya di siang hari dan menjatuhnya dari apartemen? Bahkan jika orang-orang ingin dia mati, mereka akan tahu bahwa orang ini masih bisa hidup dengan tingkat kejatuhan seperti itu. 

Borodin belum lama ini menulis pemberitaan mengenai anggota kelompok paramiliter yang tewas di Suriah. Pada Februari dan Maret 2018, New Day mempublikasi tulisannya mengenai sejumlah laki-laki yang meninggalkan Rusia karena bertempur di Suriah di bawah kelompok Wagner, sebuah organisasi paramiliter yang memiliki hubungan suram dengan Moskow karena banyaknya anggota paramiliter mereka yang tewas setelah Amerika Serikat menyerang Suriah pada Februari 2018.     

Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1080257/kematian-wartawan-investigasi-rusia-mengundang-kecurigaan

Baca Juga