Ini Alasan Kades Kalikatir Tutup Rumah 3 Keluarga dengan Pagar

Mojokerto – 2 Rumah yang dihuni 3 keluarga di Dusun/Desa Kalikatir, Gondang, Mojokerto terisolir dengan pagar lapangan yang dibangun pemerintah desa setempat. Pembangunan pagar setinggi lebih dari 1 meter ini dilakukan dengan dalih untuk melindungi lapangan bola voli.

“Masalahnya lapangan itu sebelumnya kumuh, dibuat ternak sapi, untuk jemur hasil panen, kondisinya rusak. Pemuda karang taruna meminta dibangun (pagar) untuk sarana olahraga, tak boleh untuk jalan, ini kesepakatan warga,” kata Penjabat (Pj) Kepala Desa Kalikatir Kusnadi kepada wartawan di kantornya, Rabu (14/3/2018).

Kedua rumah yang terisolir pagar lapangan Desa Kalikatir ini dihuni keluarga Sarmin (48)-Kasmiati (49), Kaslan (60)-almarhum Sutinah (50), mertua Sarmin, serta Kodisun (25)-Susiati (23), adik ipar Sarmin.


Rumah dan pekarangan milik keluarga Sarmin berada tepat di sisi utara tanah kas desa (TKD) Kalikatir. Lahan kosong ini digunakan untuk lapangan bola voli. Lapangan ini yang sejak lama digunakan keluarga Sarmin sebagai akses keluar masuk dari rumah ke jalan kampung.
Proses pemakaman warga yang terisolir/Proses pemakaman warga yang terisolir/ Foto: Enggran Eko Budianto

Namun pada April 2017, Pemerintah Desa Kalikatir membangun pagar setinggi lebih dari 1 meter di perbatasan antara lapangan dan pekarangan rumah keluarga Sarmin. Praktis pagar ini menutup jalan bagi para penghuni kedua rumah tersebut. Akses yang tersisa hanya celah selebar 60 cm antara rumah Kaslan dengan tetangganya.

“Kami musyawarahkan dulu dengan warga dan tokoh masyarakat. Kalau memang hasil rapat sepakat tetap ditutup untuk kegiatan olahraga pemuda karang taruna, kami siap membantu membuatkan akses jalan lain, jalan yang dulunya ada kami perbaiki,” ujar Kusnadi.


Jika rapat menghasilkan keputusan sebaliknya, lanjut Kusnadi, pihaknya siap membongkar pagar lapangan desa tersebut. “Kalau hasil rapat dibongkar, kami bongkar saja, lapangan kami alih fungsikan untuk jalan,” terangnya.

Penutupan jalan bagi 3 keluarga di RT 3 RW 1 Dusun Kalikatir ini disebut-sebut sebagai upaya balas dendam Pemerintah Desa atas aksi protes sebagian warga yang menolak aktivitas tambang batu di sungai Kalikatir. Namun, Kusnadi dengan tegas menampiknya.

Tersisa jalan setapak selebar 60 cm/Tersisa jalan setapak selebar 60 cm/ Foto: Enggran Eko Budianto

“Tak ada kaitannya, makanya nanti sore kami rapatkan,” tegasnya.


Dampak pembangunan pagar lapangan desa ini bahkan sempat menyusahkan proses pemakaman jenazah Sutinah. Keranda berisi jenazah Sutinah harus diangkat beramai-ramai oleh warga melompati pagar tersebut untuk dibawa ke tempat pemakaman umum.

Namun, Kusnadi berdalih tak mengetahui adanya insiden tersebut. “Kebetulan saya tak di rumah, coba saya di rumah saya suruh bongkar pagarnya, kemudian saya perbaiki lagi sambil nungggu hasil rapat,” tandasnya.


(fat/fat)

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3916848/ini-alasan-kades-kalikatir-tutup-rumah-3-keluarga-dengan-pagar

Baca Juga