Gempa Sumenep, 3 Fakta Pulau Madura Rawan Gempa

TEMPO.CO, Bandung – Pulau Madura tergolong wilayah rawan gempa bumi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga fakta kerawanan gempa di Pulau Madura.

“Masyarakat selama ini meyakini Pulau Madura merupakan wilayah aman gempa, karena sebagian besar warga Madura memang belum pernah merasakan guncangan gempa bumi,” kata Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Kamis, 14 Juni 2018.

Baca: Gempa Sumenep, Jumlah Korban Luka Bertambah Jadi 6 Orang
Baca: Gempa Sumenep, Tiga Kecamatan Terdampak Kerusakan
Baca: Gempa Sumenep, BPBD Siapkan Bantuan Sembako dan Selimut

Fakta pertama adalah kondisi tektonik. Secara tektonik Pulau Madura merupakan kawasan rawan gempa karena letaknya berada di dalam zona jalur Sesar RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Sakala).

Zona sesar RMKS ini, kata Daryono, memiliki arah barat-timur membentuk zona deformasi dengan lebar sekitar 15-40 kilometer. “Panjang sesarnya 675 kilometer dari area Rembang, Pulau Madura, dan Kepulauan Kangean hingga Sakala di bagian timur,” kata dia.

Sesar RMKS tergolong aktif. Banyak catatan sejarah, kata Daryono, yang menjadi bukti sesar itu pernah memicu gempa signifikan dan merusak.

Kejadiannya seperti Gempa Rembang 1836 dengan intensitas kegempaan tercatat hingga VII MMI, Gempa Pati 1890 (VIII MMI), Gempa Sedayu 1902 (VI MMI), dan Gempa Lamongan 1939 (VII MMI).

Fakta kedua, yaitu bukti aktivitas kegempaan (seismisitas). Di wilayah Pulau Madura terdapat klaster-klaster aktivitas gempa berkedalaman dangkal yang berasosiasi dengan aktivitas sesar. Lokasinya berada di bagian barat, selatan, dan timur Pulau Madura.

“Data gempa ini merupakan bukti konkret bahwa Pulau Madura cukup aktif aktivitas kegempaannya,” katanya.

Fakta ketiga adalah catatan gempa yang dirasakan dan merusak. Gempa dirasakan di Pulau Madura tidak terjadi sekali ini saja.

Pada 20 Februari 2017 gempa Sampang dengan kekuatan magnitudo 3,7 pernah mengguncang wilayah barat Madura seperti Sampang, Torjun, Ragung, Kedungdung, Karangtengah, Blega, dan Konang dalam skala intensitas III MMI. Saat itu dilaporkan banyak warga lari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkn diri.

Berikutnya adalah gempa Sumenep yang terjadi Rabu malam 13 Juni 2018 berkekuatan magnitudo 4,8 yang merusak puluhan bangunan rumah. Fakta ini semakin mengokohkan Pulau Madura memang zona rawan gempa.

Gempa tektonik yang mengguncang Sumenenep Madura berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi Rabu 13 Juni 2018 pukul 20.06 WIB. Gempa yang berpusat pada koordinat 6,88 LS dan 113,94 BT dengan kedalaman dangkal 12 kilometer ini mengguncang kuat di saat warga sedang melaksanakan salat tarawih.

ANWAR SISWADI

Sumber : https://tekno.tempo.co/read/1098248/gempa-sumenep-3-fakta-pulau-madura-rawan-gempa

Baca Juga