Fight Night 18, Bukti Ketegasan Regulasi One Pride

VIVA – Gelar kelas bantam One Pride Mixed Martial Arts kini tengah kosong. Itu menyusul dicopotnya status juara dari Abro Fernandes lantaran tak bisa memenuhi regulasi yang ada di One Pride.

Abro tak melakoni pertandingan gelar juara selama sembilan bulan beruntun. Tentu, itu tak sesuai dengan regulasi mandatory fight yang ditetapkan di One Pride.

Ujungnya, gelar kelas bantam Abro dicopot. Dan, petarung Saint MMA Academy, Fajar, berduel melawan jagoan Siam Training Camp, Sony Rizaldi, demi bisa menyabet sabuk juara kelas bantam.

“Promotor bertindak tegas dan yang bersangkutan sudah legowo melepas sabuknya. Ketegasan ini yang harus dipertahankan karena juara wajib berlaga,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia, Anindra Ardiansyah Bakrie, kepada VIVA.

Ardi menilai, meski Abro sudah tak menjadi juara, persaingan di kelas bantam masih berlangsung sengit.

“Fajar dan Sony terlihat sudah siap. Perang urat saraf yang mereka lontarkan menunjukkan, kesiapan diri masing-masing. Saya kira, mereka sudah melatih teknik stand up fighting dan ground miliknya,” tutur Ardi.

Sumber : https://www.viva.co.id/sport/onepride/1024135-fight-night-18-bukti-ketegasan-regulasi-one-pride

Baca Juga