Cerita Alibaba Soal Big Data dan Transformasi Kota

Hangzhou, China – Dewasa ini keberadaaan big data begitu penting. Sebab ketika data-data yang begitu melimpah itu diolah dan diambil manfaatnya, dapat mentranformasi industri dan sebuah kota.

Saat kunjungan ke markas utama Alibaba di daerah Hangzhou, China, detikINET dipaparkan bagaimana big data kemudian dimanfaatkan oleh dua lini bisnis mereka, yakni layanan logistik Cainiao dan komputasi awan Alicloud.

Cainiao Network Southeast Asia Senior Director Au Yeoung Shong Kwong mengatakan seiring berkembangnya e-commerce di beberapa tahun lalu mendongkrak jumlah paket yang harus dikirimkan. Selain itu mereka dihadapkan pada kondisi di mana konsumen di China ini membeli barang yang berkualitas, ingin cepat sampai dan bisa membeli dari berbagai dunia.

Ketika Big Data Mentransformasi Industri dan KotaRobot pengangkut barang. Foto: Alibaba

Terdorong akan semua itu, Cainiao melakukan transformasi bisnis. Tujuan tidak lain agar konsumennya terpuaskan.

“Kami lantas memanfaatkan data yang ada berpadu dengan teknologi. Kami pun mengajak partner bekerjasama melakukan efesiensi melalui platform data intelligent,” kata Kwong.

Hasilnya sukses, warga China bisa mendapatkan barang yang berkualitas dengan pengiriman lebih cepat dari sebelumnya. Bahkan mereka bisa memasarkan barangnya secara global. Saat ini jangkau Cainiao hingga 224 negara, termasuk Indonesia.

“Di Indonesia kami berpartner dengan Lazada dan Pos Indonesia,” ungkap pria berdarah Malaysia itu.

Dalam kesempatan ini, Kwong pun sempat menunjukan bagaimana canggih fasilitas warehouse yang mereka miliki. Salah satu yang cukup berkesan bagaimana mereka memanfaatkan robot untuk mengangkut rak berisi paket barang yang akan dikirim ke konsumen.

“Semua itu dibuat berbasis data dan artificial intelligence secara eksklusif,” ungkapnya.

Lantas dengan semua yang tampak sudah sempurna, detikINET pun bertanya adakah tantangan yang masih harus mereka hadapi? “Kami ingin bisa mengirimkan paket kurang dari 24 jam ke seluruh China,” jawabnya.

Transformasi Kota

Alicloud sepertinya tidak mau berpuas diri setelah layanan komputasi awannya banyak digunakan oleh banyak pihak. Mereka pun coba mengembangkan sayap dengan mengembangakan ET Brain.

ET Brain adalah sebuah platform artificial intelligence (AI) yang memanfaatkan big data. Pengaplikasiannya tidak hanya di sektor bisnis, tapi bisa mengatasi masalah sosial lewat ET Brain City.

Ketika Big Data Mentransformasi Industri dan KotaFoto: Alibaba

Platform ini sudah diaplikasikan di kota Hangzhou sejak tahun lalu. Pengembangannya didasari oleh tingginya laporan kecelakaan, ketika ambulans membawa korban ke rumah sakit harus terjebak macet.

Pada permulaannya, platform ET Brain City diaplikasi di kawasan bisnis. Lambat laun dikembangkan lebih luas, sekarang mencapai 43% wilayah Hangzhou.

Pengaplikasi ET Brain City kini bertambah. Platform ini sudah diadopsi oleh Malaysia lewat Kuala Lumpur Brain City.

Alicloud mengaku membuka peluang kolaborasi dengan kota-kota lain di dunia. Platform ini dipastikan tidak menggantikan sistem smart city yang telah digunakan sebuah kota, tapi hanya akan melengkapi dan meningkatkan yang sudah ada. (fyk/rou)

Sumber : https://inet.detik.com/business/d-3976207/cerita-alibaba-soal-big-data-dan-transformasi-kota

Baca Juga