Budidaya Sayuran dan Ikan dengan Sistem Aquaponik Ala Henri

Ponorogo – Henri Wiratsongko (40) warga Jalan Tangkubanperahu, Ponorogo ini sukses mengembangkan pertanian dengan sistem aquaponik.

Pertanian aquaponik sendiri pertanian yang pemupukannya dengan menggunakan kotoran ikan. Selain hemat biaya, pertanian aquaponik ini dinilai lebih menguntungkan.

“Selain bisa panen sayur juga bisa panen ikan,” tutur Henri saat ditemui detikcom di kediamannya, Minggu (14/1/2018).

Menurutnya, di Ponorogo baru ia sendiri yang bertanam dengan cara seperti ini. Pertanian aquaponik ini sebenarnya tidak disengaja dilakukan oleh Henrik.

“Awalnya pengen bikin kolam lele, terus browsing nemu aquaponik. Saya lihat kok unik ya, akhirnya saya terapkan,” jelasnya.

Ia memulai usaha ini sejak tahun 2010 lalu. Awalnya ia ingin membuat pakan ikan sendiri untuk menghasilkan nutrisi yang baik untuk tanaman. Namun, usahanya ini gagal. “Akhirnya saya memilih pakan pelet seperti pada umumnya,” terangnya.

Petani Aquaponik di Ponorogo/Petani Aquaponik di Ponorogo/ Foto: Charolin Pebrianti

Guna menghasilkan nutrisi yang cukup untuk tanaman, lanjut Henri, untuk satu meter kubik kolam yang biasanya hanya diisi 10 kg bibit ikan lele, ia bisa mengisi 60 kg.

“Nantinya kotoran itu difilter terus diolah dan dialirkan kembali ke tanaman seperti cara hidroponik,” ujarnya.

Menariknya, aquaponik ini tidak hanya bisa diterapkan untuk tanaman sayuran seperti seledri, sawi maupun kangkung, melainkan juga bisa untuk tanaman buah seperti melon, semangka dan blewah. “Bahkan juga bisa untuk cabai dan tomat,” ucapnya.

Alumni ITS ini menambahkan keunggulan dari sistem pertanian ini bisa menghemat lahan namun, hasilnya maksimal. “Karena bisa panen ikan dan sayuran,” katanya.

Ikan yang bisa dipelihara mulai dari ikan jenis nila, gurame, lele, mujair bahkan ikan hias dan koi. Supaya hasilnya maksimal, perbandingan 1 : 2 harus diterapkan. Satu meter kubik kolam untuk dua meter kubik tanaman. “Kalau aquaponik ini bisa dipastikan organik, karena pupuknya berasal dari kotoran ikan yang diolah,” paparnya.

Namun jangan salah, sistem pertanian seperti ini juga memiliki kekurangan. Seperti investasi awal yang lumayan besar karena untuk membuat kolam ikan serta paralon untuk menyalurkan pupuk. “Perawatan juga setiap hari harus dicek salurannya apakah lancar atau tidak,” imbuhnya.

Meski begitu, saat ini ia sudah menikmati manisnya pertanian aquaponik. Setidaknya dalam satu bulan ia mampu meraup keuntungan bersih hingga Rp 1,5 juta. “Itungannya sambilan di rumah, ada lahan kosong saya manfaatkan,” pungkasnya.
(fat/fat)

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3813755/budidaya-sayuran-dan-ikan-dengan-sistem-aquaponik-ala-henri

Baca Juga