Amran Klaim Harga Pangan yang Terjaga Buat Inflasi Rendah

VIVA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi kepulauan Riau dan Bank Indonesia cabang Kepri untuk peningkatan kapasitas usaha bidang pertanian.

Nantinya, Jelas Amran peningkatan usaha tersebut akan dikhususkan dalam komoditas penyumbang terbesar pada inflasi nasional seperti beras, cabai dan bawang.

Dengan adanya, keterlibatan Bank Indonesia diharapkan dapat merumuskan pengembangan usaha berskala mikro kecil hingga menengah, khususnya untuk mendukung pengendalian inflasi, penggunaan layanan, keuangan non tunai dan akses keuangan pada sektor pertanian.

“Bank Indonesia akan melakukan kegiatan pengembangan sumber pembiayaan dalam rangka mendorong peningkatan usaha pertanian, serta melakukan edukasi keuangan terhadap pelaku usaha tani, dalam rangka meningkatkan akses keuangan,” ucap Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa, 2 Oktober 2018.

Menurut Amran, pihaknya sudah mendapatkan data dari Gubernur BI mengenai pengendalian inflasi khususnya di sektor pangan yang cukup baik. Terbukti saat September, Indonesia deflasi sebesar 0,18 persen.

“Gubernur BI mengatakan inflasi kita diperkirakan di bawah 3,5 persen. Dan yang berkontribusi adalah stabilnya harga pangan. September lalu, deflasi sebesar 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya. BI menyebutkan deflasi bersumber dari harga komoditas seperti daging ayam, bawang merah dan telur ayam ras yang terkoreksi,” tutup Amran.

Sumber : https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1080639-amran-klaim-harga-pangan-yang-terjaga-buat-inflasi-rendah

Baca Juga