Akhirnya Beras Impor Tiba, tapi Ketahan di Selat Sunda

VIVA – Beras impor asal Vietnam sebanyak enam ribu ton yang diangkut oleh kapal bernama lambung MV. VINH HUNG, telah berada di perairan Selat Sunda, sejak Minggu lalu, 11 Februari 2018.

Namun, kapal itu belum bisa bongkar muat, lantaran dokumentasi ekspor-impornya belum sampai ke tangan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Merak.

“kapal nya memang sudah sampai, hanya ada satu ya kapalnya dari Vietnam. Belum bisa kami izinkan lakukan pembongkaran, selama dokumen pemberitahuan impor dan persetujuan pengeluaran barang belum kita terima,” kata Restu Nugroho, kepala KPBBC TMP Merak, Kota Cilegon, Selasa 13 Februari 2018.

Kapal yang di pesan oleh agen PT Buana Indah itu rencananya akan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, untuk seterusnya disimpan ke gudang Bulog.

Impor beras di tengah musim panen mendapat kritik tajam dari mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Kemaritiman, Rizal Ramli.

Dia meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan impor beras itu, karena bisa mematikan perekonomian petani Indonesia.

“Yang penting, jangan impor saat musim hujan. Karena kalau hujan, produksi turun satu persen. Kalau musim panas, elnino, itu baru impor. Coba tuh pejabat nyawah tuh. Jangan-jangan kena panas, udah lemah, kehujanan, mabuk, bisa encok dah tuh pejabat,” kata Rizal. (asp)

Sumber : https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1006853-akhirnya-beras-impor-tiba-tapi-ketahan-di-selat-sunda

Baca Juga